Gereja St Paulus di Ramadana membangun Pastoran dan aula

IMG_3493 IMG_3497 IMG_3498 IMG_3499 IMG_3502

Gereja St. Paulus di Ramadana – Loura ini sangat sederhana, namun melayani lebih dari 3000 umat yang masih merupakan stasi, belum sebuah paroki.

Gereja sangat penting artinya bagi sebuah kawasan dan pemukiman karena didalam sebuah gereja banyak sekali dilakukan pembenahan pembenahan karakter, sifat dan perilaku manusia. Bersama para imam, biarawan dan pimpinan paroki yang sudah terlatih, maka watak keras dibuat lunak, yang mau menang sendiri bisa diinsyafkan, rasa iri dan dengki bisa dikurangi, semuanya menuju keselamatan abadi.

Di Sumba masyarakat pendidikannya relative masih sangat rendah, sebagian besar penduduk Ramadana dan Karuni mengaku sebagai petani dengan penghasilan sangat rendah, dengan 8 bulan musim kering dan hanya 3-4 bulan musim hujan, maka dipastikan daerah ini sangat kering dan tandus, dari sebab itu keberadaan sebagai petani akan memberikan kesengsaraan berkesinambungan karena tidak adanya air.

Dari sebab itu, karena Ramadana dan Karuni dikaruniai pantai dengan pasir yang indah serta coral yang masih hidup berwarna-warni, tugas pemerintah dan kita semua yang berminat membangun Sumba Barat Daya, sangat bisa dari pengembangan pariwisata. Pariwisata akan memberikan banyak sekali pekerjaan pekerjaan baru bagi anak-anak muda angkatan kerja setelah sekolah di SMA, namun mereka memerlukan pelatihan pelatihan kusus untuk itu.

Rencana pembangunan sekolah kejuruan pariwisata yang gratis dalam mendukung kepariwisataan ini perlu di support oleh semua pihak demi kemajuan Sumba bersama. Pembangunan sarana perumahan pastor dan aula pertemuan dari Gereja St. Paulus ini juga minta perhatian banyak pihak. Ada pemikiran bahwa Romo paroki memberikan Missa di Paroki Fransciscus Xaverius di Tuban Bali dalam rangka penggalian dana tersebut. Semoga berhasil

Aloysius Purwa